Tuesday, August 30, 2016

Air Terjun Mangku Sakti Memang Benar-benar Sakti!

air terjun mangku sakti sembalun

Beberapa minggu sudah saya hidup di Mataram dan tiap weekend selalu mangtai. Namun, lama-lama bosen juga. Karena main ke pantai itu panas, tapi bukan berarti saya takut item. Justru saya pengen punya kulit coklat-coklat eksotis gitu. Sebenarnya bisa sih nyebur ke laut biar nggak panas, tapi air laut itu nggak segar. Mana rasanya asin, nggak bisa diminum. Oleh karena itu, pada weekend berikutnya saya memilih jalan-jalan ke air terjun. Yang airnya segar dan bisa diminum. Biar nggak perlu beli air minum lagi gitu. Ehm, maklum backpacker.

Air terjun yang saya kunjungi adalah Air Terjun Mangku Sakti yang berada di Sembalun. Dibandingkan dengan Air Terjun Sendang Gile atau Air terjun Tiu Kelep yang cukup terkenal di Lombok, Mangku Sakti ini merupakan destinasi yang tergolong baru. Btw, pada perjalanan kali ini Saifud nggak ikut. Dia pulang ke Lamongan karena ada keperluan keluarga. Biar nggak berduaan doang, Yogi ngajak temannya. Rudy dan Oky.

Dengan letaknya yang berada di daerah Sembalun, untuk menuju ke sana membutuhkan waktu setidaknya 3 jam perjalanan dari Mataram. Maka dari itu saat waktu menunjukkan jam 9 pagi kami berangkat. Perjalanan menuju Mangku Sakti harus banyak-banyak nanya sama orang. Sebenarnya kalau mau mengandalkan google maps juga bisa. Awalnya kami juga gitu, tapi dengan minimnya sinyal di sana mau nggak mau teteup pilihannya cuma bertanya sama warga setempat.

air terjun mangku sakti sembalun
Lewat padang savanna juga

Namun, nanya sama warga pun nggak semulus yang saya bayangkan. Di tempat yang perkiraan letaknya masih lumayan jauh dari TKP. Orang-orang di sana kebingungan saat kami tanyakan arah ke Mangku Sakti. Mereka taunya Air Terjun Sendang Gile. Tak patah arang, sambil terus maju kami terus bertanya pada warga berkali-kali. Hingga entah untuk kali ke berapa kami bertanya dan syukurlah bertemu dengan orang yang tau Air Terjun Mangku Sakti. Kami pun mengikuti arahan yang dia berikan.

Setelah hampir 2 jam, akhirnya kami tiba juga di… loket masuk Mangku Sakti. Dari situ masih harus lanjut dengan melewati jalan makadam sejauh 3km. Hadeuh masih jauh, mana harus lewat jalan makadam. Padahal pantat udah tepos. Oiya untuk tiket masuknya murah, hanya dipatok 5K/orang. Jalan makadam yang kami lewati bukan jalan makadam biasa. Medannya yang naik turun dan berbatu memaksa yang dibonceng (saya dan Rudi) harus turun beberapa kali dari motor. Bukan motornya yang nggak kuat, tapi khawatir bannya pecah. Kalau terjadi, mau nambal dimana coba? Benar apa yang dibilang Rudi, jalannya horror. Rasa-rasanya mending jalan kaki daripada naik motor. Capek dikit nggak apa-apa lah ya.

air terjun mangku sakti sembalun
3 air terjun + bukit panorama

air terjun mangku sakti sembalun
Harus trekking dulu

Berbagai medan telah kami lalui, mulai dari padang savanna hingga blusukan ke dalam hutan. Akhirnya! Kami sampai… di parkiran. Duh. Belum ada tanda-tandanya pula. Dalam hati saya berkata “Ini beneran ada air terjunnya nggak sih?” Saya menghampiri bapak-bapak paruh baya berumur antara 55 – 60 tahun yang sedang memperhatikan kami. Saya bertanya, “Ngapain lu lihat-lihat?” Bukan, maksudnya saya bertanya pada beliau apakah ke air terjunnya masih jauh atau tidak. Dan saya senang ketika mendengar jawaban darinya kalau ke Air Terjun Mangku Sakti dan Mangku Kodek hanya tinggal 15 menit berjalan kaki. Sedangkan untuk ke Air Terjun Kuda Sembrani butuh waktu 30 menit, karena arahnya yang berbeda. Sebelum pergi kami diberitahu oleh bapak itu kalau nggak boleh mandi di Air Terjun Mangku Kodek. Katanya pernah ada “kejadian”. Saya paham apa yang dimaksud jadi saya hanya meng-iya-kan tanpa bertanya lebih lanjut.

Seperti yang di bilang bapak yang kami temui, setelah 15 menit trekking AKHIRNYA kami tiba di Mangku Sakti! Kali ini beneran sampai di TKP. Pemandangan berupa batu-batu besar (yang biasa ditemui kalau di sungai) menyambut kami. Setelah mendaki batu yang posisinya rada tinggi, saya dibuat takjub dengan keindahan air terjun setinggi 40m ini. Gimana nggak? Aliran airnya yang mengalir berwarna hijau tosca dan berpadu dengan ornamen berupa bebatuan sungai membuatnya terlihat cantik! Usut punya usut, warnanya yang hijau tosca tersebut berkat kandungan belerang pada airnya. So, untuk yang punya penyakit kulit (panu, kurap, dll) langung nyebur aja!

air terjun mangku sakti sembalun
Produk lokal yang kuat di Lombok *bukan endorse*

air terjun mangku sakti sembalun
Ada juga yang menyebutnya dengan Kali Putih

Nggak banyak wisatawan yang datang, hanya ada sepasang bule yang ditemani oleh guidenya. Itu pun mereka mau pulang ketika kami sampai. Entah darimana mereka bisa tahu keberadaan air terjun ini. Meski udah pernah di sambangi oleh host-hostnya MTMA, tapi Mangku Sakti ini tergolong destinasi baru. Belum begitu terkenal, bahkan warga-warga di sana aja banyak yang nggak tahu.

Spot ini emang fotogenic banget, saat pertama kali sampai saya reflek jeprat-jepret. Nggak lupa, tujuan utama saya datang ke sana adalah main air. Udah beberapa kali ngerasain air lautnya Lombok, saya juga ingin dong merasakan kesegaran air terjunnya. Tapi sayang ada belerangnya, jadi nggak bisa diminum. Eh. Tapi dengan adanya belerang bisa juga melakukan hal lain. Yaitu luluran. Ya, luluran pakai belerang. Melihat wisatawan lain luluran, saya penasaran dan nyobain. Tapi kok jijik-jijik gimana gitu ya, soalnya warnanya kuning-kecoklatan gitu. Udah kayak eek aja. Ah, bodo amat. Yang penting luluran!

air terjun mangku sakti sembalun
Luluran yang menjijikan

Selain bisa main air dan luluran, bisa juga nyobain rasanya sensasi dipijat sama air terjun. Dibandingkan pijat++, dipijat sama air terjun rasanya sungguh greget! Lebih
kayak dipukul daripada dipijat. Tapi seru! Apalagi sambil teriak-teriak, rasanya plooooong banget. Kalau mau nyobain tinggal mendekat aja ke titik jatuhnya air terjun, kolam di sekitarnya nggak dalam kok. Tapi cari yang di pinggir aja, soalnya kalau guyuran air terjun itu kena kepala. Lumayan sakit juga. Secara udah kayak dipukul rasanya.

air terjun mangku sakti sembalun
Pijat-pijat air terjun

Hanya sekitar 2 jam kami di sana. Dengan perjalanan yang membutuhkan waktu 3 jam. Kami memutuskan untuk pulang karena takut kemalaman di jalan. Sungguh, kalau ada waktu banyak, saya ingin menikmati Air Terjun Mangku Sakti lebih lama lagi. Sekalian explore Air Terjun Mangku Kodek dan Kuda Semberani yang nggak sempat saya sambangi.

air terjun mangku sakti sembalun
Yogi keasyikan dipijat

air terjun mangku sakti sembalun
Rudy dan Oky

air terjun mangku sakti sembalun
Salam dari deadpool

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment