Tuesday, September 6, 2016

Seluncuran Tradisional Parit Abangan Bikin Pantat Sakit!

parit abangan lombok

Masih dengan rutinitas seperti minggu-minggu sebelumnya, di hari sabtu kami (saya, Saifud dan Yogi) selalu traveling. Kalau sebelumnya kami ke pantai, pulau dan air terjun. Kali ini kami mencari destinasi wisata yang anti mainstream, kami mau main seluncuran. Bukan di waterboom, melainkan di Parit Abangan. Sebuah saluran irigasi! Saya nggak salah ketik dan kalian juga nggak salah baca. Orang-orang menyebutnya sebagai waterboom / seluncuran tradisional. Ini bisa jadi opsi untuk yang nyari destinasi unik di Lombok.

Parit Abangan, begitu orang menamainya karena letaknya yang berada di Abangan. Seluncuran ini memang belakangan ini sedang ramai-ramainya dibicarakan di dunia maya. Awalnya ada seseorang yang mengupload video keseruan bermain perosotan di parit tersebut, lalu banyak netizen yang penasaran. Termasuk juga kami. Maka, ketika hari sabtu tiba kami langsung cusss menuju TKP.

parit abangan lombok
Arena seluncuran, lumayan panjang

Selain kami bertiga, Yogi mengajak 2 temannya yaitu Mbak Ria dan Rudi (yang sebelumnya juga ikut traveling bareng ke Mangku Sakti). Karena di sana bakal main air, pastinya dong saya nggak mandi. Setelah berkumpul semua, sekitar jam 9 pagi kami berangkat. Dengan bermodal waze, kami menuju Pringgrata (Lombok Tengah) sebagai acuan. Begitu sampai di sana, kami masih mengikuti arahan dari waze sambil bertanya-tanya pada penduduk setempat.

Begitu melihat sungai, saya berpikir jangan-jangan ini adalah aliran air yang akan menuju Parit Abangan. Yang bikin saya ragu, airnya nggak bersih. Ada orang mandi, orang yang lagi nyuci lah, sampai ada juga sekelompok bebek lagi berenang. Eh, kalau bebek-bebek itu boker di sungai itu gimana. Nanti pas meluncur bareng eeknya bebek lagi. Bukannya apa, takut budug entar.

parit abangan lombok
Airnya kecampur eek bebek

Saat sampai di TKP, udah ada beberapa orang yang lagi asyik main perosotan. Wih gila, melihat mereka meluncur di perosotan yang panjangnya sekitar 15 meter sambil teriak-teriak rasanya asyik banget. Mana airnya ‘terlihat jernih’ pula. Ya, sebatas ‘terlihat jernih’, bukan jernih beneran. Karena meskipun warnanya putih tapi itu kan efek aliran airnya yang deras. Coba aja kalau tenang, jadi kelihatannya hijau kusam karena udah tercampur dengan berbagai macam eek.

Tapi masa iya udah jauh-jauh datang nggak nyobain sensasinya, kan rugi banget. Jadinya malah kayak Rudi yang nggak mau nyebur gara-gara hal itu, begitu juga sama mbak Ria. Dengan tidak memperdulikan hal itu, Yogi dan Saifud ambil bagian duluan. Sedangkan saya masih mengabadikan momen dulu sebelum basah-basahan.

parit abangan lombok
Pantat kegerus

Awalnya rada ngeri-ngeri gimana gitu waktu udah turun ke sungai dan siap untuk meluncur. Ternyata permukaan paritnya itu nggak rata mulus, alias garinjul kalau basa sunda nya mah. Permukaannya berupa tonjolan-tonjolan bulat yang terlapisi lumut.

Tanpa babibu, saya langsung meluncurkan diri dan berteriak sepanjang arena seluncuran. Ternyata teriakan orang-orang (termasuk saya) yang main di seluncuran ini bukan hanya karena seru, tapi juga karena pantat sakit. Bayangin aja, meluncur di permukaan yang nggak rata kayak gitu. Yang ada pantat jadi korbannya. Tapi meski udah tau resikonya begitu, saya teteup ketagihan dan menjajalnya sampai 3 kali lagi. Setelah itu saya udahan, kasihan pantat saya. Nanti nggak bisa dipakai untuk duduk.

parit abangan lombok
Garis start

Lama-kelamaan, wisatawan yang datang semakin banyak. Bahkan ada juga bule yang “lancar” berbahasa Indonesia main perosotan ini. Yang menarik perhatian itu ketika ada seorang bocah yang meluncur sambil berdiri. Sensasinya udah kayak surfing gitu. Butuh keseimbangan untuk bisa meluncur dengan posisi seperti itu. Maka dari itu saat dia berhasil meluncur sambil berdiri sampai finish, wisatawan kagum dan memberikan standing applause. Widiiih!

parit abangan lombok
Nih bocahnya

Sebenernya saya masih pengen meluncur lagi waktu itu, tapi mengingat kondisi pantat yang udah nggak memungkinkan, saya akhiri saja. Mau dengan posisi berdiri juga nggak bisa. Huft. Padahal asyik banget. Mesti nyobain deh kalau ke Lombok. Ketika main ke pantai atau ke pulau sudah terlalu mainstream, Parit Abangan ini bisa dijadikan opsi yang menarik. Saya jamin, nggak bakal nyesel. Syaratnya cuma 1, pantat harus dalam kondisi sehat! #usapPantat

parit abangan lombok
Wohooo!

Berikut video keseruan kami menjajal Parit Abangan dengan taruhan pantat.


Related Articles

0 komentar:

Post a Comment